Jangan pernah mengeluh

Jangan pernah mengeluh

07/20/2018 0 By admins

Assalamualaikum semua kepada pembaca yang dikasihi dan di sayangi, semoga sihat-sihat selalu dan dirahmati Allah selalu. Hari ini kami akan sharekan kepada anda satu sifat yang tidak diinginkan oleh semua orang apabila mengalami kesusahan iaitu sifat mengeluh. Mengeluh ini adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Kalau anda termasuk orang yang suka mengeluh maka ketahuilah bahawa kebiasaan mengeluh ini tidak akan membuat situasi yang anda hadapi menjadi lebih baik, malahan hanya akan mengurangkan mood anda dan menciptakan perasaan negatif sampai hilang jati diri. Jadi, tidak perlu untuk kami huraikan lebih panjang mengenai puasa, tuan-tuan boleh membaca dengan lebih khusyuk dan dapat beramal dengan tenang dan tuan-tuan dan puan-puan boleh komen sebagai penambahbaikan dalam cetakan kami.

 

 

Jangan pernah mengeluh dengan keadaan hari ini yang amat menyakitkan, apapun yang terjadi terimalah dengan hati yang terbuka. Kerana apa ? kerana semua yang Allah tuliskan dalam hidup ini sudah pasti penuh dengan keberkahan, pasti ada hikmah yang tersimpan didalamnya. Tentang sakit, bahagia, sedih, dan bahkan sesuatu yang tidak kau inginkan sekalipun akan selalu bererti dan akan selalu menjadi sesuatu yang sangat disyukuri setiap saatnya, bila kau sedar dan percaya bahawa apapun yang Allah tetapkan adalah suatu kebaikan. Karena Allah memang selalu mempersembahkan yang terbaik untukmu, maka apapun yang ditakdirkan-Nya hari ini terimalah dengan ikhlas.

 

 

Bila mana ada musibah atau perkara buruk yang hadir dalam hidupmu, jangan kau jadikan beban tapi jadikan hal itu jalan untuk mendekat dan memperoleh kasih sayang-Nya. Bila hal itu adalah sebuah kebaikan, maka jadikan kebaikan yang kau peroleh sebagai jalan untuk membijakkan hati dengan syukur dan perasaan rendah hati agar tak lupa bahwa semua kebaikan yang kau terima adalah sebuah amanah dari Allah.

 

 

Ada satu kisah Saidina Ali dan Saidatina Fatimah, ketika Saidina Ali termenung di ruang rumahnya beliau memikirkan kenapa Allah tidak memberi ujian kepadanya. Dengan secara tiba-tiba beliau menangis disudut rumah lalu Fatimah menyapanya dengan bertanyakan kenapa beliau menangis. Dengan sebak yang sangat memilukan hati beliau bertanyakan kenapa Beliau tidak diuji dengan dasyat tidak seperti sahabat-sahabat lain kerana dengan cara ujian dari Allah beliau dapat mendekatkan diri kepada Allah s.w.t

 

 

Allah Tidak Pernah Menuliskan Takdir Untukmu Tanpa Alasan Yang Baik, Maka Apapun Yang Ditetapkan-Nya Kau Harus Terima Dengan Bijak

Allah adalah tempat yang menjadi tujuan untuk umat islam sebagai penentu segalanya dan kerana Allah juga tidak pernah menuliskan takdir untukmu tanpa alasan yang baik, maka apapun yang ditetapkan-Nya kau harus terima dengan bijak dan teratur kerana Allah memang mentakdirkan kita membuat sesuatu yang baik tetapi didalam sanubari kita ada nafsu yang selalu bergelora serta boleh menjatuhkan martabat islam itu sendiri.

Jangan mengeluh apapun, kerana mengeluh hanya akan menyulitkanmu untuk mengucap syukur, dan pasti semua itu akan menyulitkanmu menjalani kehidupan. Jadi kita sebagai muslim sejati perlu meringinkan bibir mulut untuk mengucapkan perkataan “Alhamdulillah” sebagai kita ucapan syukur atau berterima kasih kepada Allah s.w.t kerana memberi ujian kepada kita.

 

Sedarilah bahawa Allah selalu menyayangimu, maka tidak perlu mengeluh. Apabila diberikan-Nya adalah suatu yang tidak kamu mahukan.

 

 

”Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.(15) ”Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku telah menghinakanku”.(16)

 

(QS Al-Fajr: 15-16)

 

  • Allah mengilhamkan kepadanya ketaatan dan selalu memberinya petunjuk.

 

 

Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada jiwa semua manusia ketaatan dan maksiat, namun beruntunglah orang yang mengambil ilham ketaatan dan merugilah orang yang mengambil ilham kemaksiatan.

 

Al Qur’an diturunkan Allah SWT sebagai pegangan hidup manusia, kerana rasa sayang dan kasih-Nya yang sangat besar kepada hamba-hamba-Nya. Yaitu menunjukkan adab-adab terpuji, dan pengetahuan yang baik. Di dalam Al Qur’an, dijelaskan sejelas-jelasnya jalan mana yang seharusnya ditempuh oleh manusia, serta terdapat penjelasan yang sangat jelas mengenai mana yang bathil, sehingga tidak ada lagi syubhat dan kemusyrikan.

 

 

Hal itu, karena Al Qur’an diturunkan dari Tuhan yang ilmu-Nya Maha Sempurna, Rahmat-Nya yang Sempurna dan Penjelasan-Nya pun sangat Sempurna. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan, dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”

(Surah An-Nur 24 : 46)

 

Namun demikian, Allah SWT jugalah yang menentukan sesiapa saja yang akan memperoleh petunjuk sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga mereka yang terpilih akan berjalan di jalan-Nya yang lurus. Oleh karena itu, marilah kita berlomba, agar menjadi manusia pilihan sesuai kehendak-Nya, sehingga kita mendapat bimbingan dari-Nya, yaitu dengan beriman kepada-Nya, beriman kepada Nabi Muhammad S.A.W sebagai rasul terakhir, dan beriman kepada adanya hari kiamat, serta berlomba-lomba dalam berbuat amal soleh.

Sudah seharusnya manusia meyakini seyakin-yakinnya sunnatullah dan sunnah nabi SAW, sehingga tidak ada sedikitpun keraguan dalam hatinya, bila tidak maka hatinya akan menjadi sakit dan lemah imannya, serta muncul kemunafikan dalam dirinya.

 

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah (24) An Nuur Ayat 47;

Dan mereka berkata: ‘Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan Kami mentaati (keduanya).’ kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

 

Pada ayat ini dijelaskan, Allah SWT memberitahukan dengan jelas, bahwa keadaan orang-orang zalim yang dalam hatinya ada penyakit, atau kelemahan ataupun ada kemunafikan. Keraguan dan kelemahan ilmu, bahwa mereka mengatakan diri mereka memegang teguh keimanan dan ketaatan kepada Allah. Namun kenyataannya, mereka tidak melakukan apa yang mereka katakan, dan sebagian dari mereka malah berpaling jauh dari ketaatan, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, “mu’ridhuun” (berpaling), karena orang yang meninggalkan terkadang memiliki niat untuk kembali.

 

“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.”

(QS Al-Syams [91] : 8-9)

 

Dan Allah mencintai orang yang terilhami oleh ketaatan dan ketakwaan, lalu ia bersegera menyucikan jiwanya dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan sehingga Allah akan selalu memberinya petunjuk dengan Nur (cahaya) dan Furqan (pembeda).

 

 

”Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, nescaya Allah memberikan rahmat (kasih sayang)-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu NUR (cahaya) yang dengan NUR (cahaya) itu kamu berjalan dengannya dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”

(QS Al Hadid :28)

 

”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertatakwa kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan kepadamu Furqaan (pembeda) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karniaan yang besar.”

(QS Al Anfal :29)

Cara Allah Menyayangi Hamba-Nya ( Yang Tidak Difahami Banyak Orang )

 

 

  • Allah membiasakan kepadanya sifat QANA’AH (redha menerima pemberian Allah swt)

 

Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” 

(QS.Yunus:107)

 

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa darjat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

(QS. az-Zukhruf:32)

 

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa darjat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” 

(QS.Al an’am 165)

 

Seseorang mengeluh kepada Imam Ja’far al-Shadiq as tentang ketamakannya yang kian hari bertambah. Imam as menasihatinya, ”Jika engkau merasa beruntung dengan memiliki apa yang mencukupimu, maka engkau akan merasa cukup dengan kebutuhan terkecil dunia ini. Sebaliknya jika engkau tidak merasa puas dengan memiliki kebutuhan-kebutuhan minimum dunia ini, maka seluruh kesenangan duniawi takkan bakal mencukupimu.”  

 

  •  Allah memberikannya Al-Hikmah (kefahaman yang mendalam  (FAQIH) dalam ilmu agama)

 

” Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi Kurniaan yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

(QS Al Baqarah :269)

 

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka dijadikannya FAQIH (kefahaman  yang mendalam)  terhadap ilmu  agama”

(HR.Bukhari-Muslim)

 

  • Allah akan memberikan sakinah dan meneguhkan keimanannya. 

” Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan (SAKINAH) ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana…”

(QS Al-Fah :4)

 

  •  Allah memberikan ujian dan cubaan.

 “Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujianpadanya.”

(Hadis Riwayat. Bukhari)

 

Rasulullah saw bersabda : ”Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah berikan cobaan baginya. Dan jika Allah mencintainya dengan kecintaan yang sangat maka Allah akan mengujinya.” Para sahabat Nabi bertanya : ”Apakah ujiannya?” Rasulullah saw menjawab : Tidak sedikit pun Allah tinggalkan baginya harta dan anak.

(Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 81 : 188 ;Kanz al-‘Ummal hadits ke : 30793)

 

Imam Muhammad al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan UJIAN dan Cubaan kepada seorang mukmin sebagaimana seorang suami menjanjikan kepada isterinya dengan hadiah yang dirahsiakan (disembunyikan)-nya.”

(Bihar al-Anwar 15 : 56.)

 

Atau dalam hadits lainnya, Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, ”Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba niscaya Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam cubaan.”

(Bihar al-Anwar 15 : 55)

 

Suatu hari, Rasulullah s.a.w diundang ke rumah salah seorang muslim. Sewaktu beliau tiba di rumahnya, beliau melihat seekor ayam sedang bertelur di sebuah sarang di samping rumah. Beliau melihat telor ayam tersebut tidak jatuh, dan kalau pun jatuh ternyata tidak pecah. Betapa takjubnya Rasullah saw melihat kejadian tersebut. Karena itu, pemilik rumah tersebut bertanya kepada beliau, “Engkau heran melihatnya, ya Rasullah? Demi Allah yang telah memilih Anda sebagai Nabi, sesungguhnya saya selama ini tidak pernah sakit”

 

Rasulullah segera meninggalkan rumah tersebut, seraya berkata, “Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.”

(Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 15 : 1 : 53)

Sedarlah bahwa Allah selalu menyayangimu, maka tidak usah mengeluh apabila yang diberikan-Nya adalah sesuatu yang tidak kau inginkan sekalipun, karena bagaimanapun Allah lebih tahu apa-apa yang menjadi kebtuhanmu dlaam menjalani kehidupan ini.

Cukup bersabar, Dan bijaklah hatimu untuk selalu percaya bahawa Allah akan memberimu kebaikan yang sempurna

 

 

Cukup bersabar, dan bijakkanlah hatimu untuk selalu percaya bahwa Allah akan memberimu kebaikan yang sempurna. Dan tentunya kesempurnaan menurut Allah takkan pernah  kau bayangkan dengan akalmu, mengapa? Kerana hanya Allah satu-satunya maha tahu atas apa yang terbaik untukmu.

 

Sabar adalah sikap hati yang muncul pertama kali ketika mendapatkan ujian mahupun musibah. Bila menghadapi musibah dan respon pertama yang muncul adalah kalimat istirja (inna lillahi wa inna ilaihi roji’un) ataupun sejenisnya, maka itu adalah salah satu ukuran kesabaran. Orang yang sabar (tabah) dalam berbagai keadaan akan tetap tenang, selalu ingat Allah Swt dan berserah diri kepada-Nya. Orang yang sabar akan tahan terhadap derita yang dihadapinya, tidak lekas putus asa dalam menunaikan kewajiban serta meraih cita-cita. Sabar adalah suatu bagian dari akhlak utama yang dibutuhkan seorang muslim dalam masalah dunia dan agama.

 

 

Rasulullah Saw bersabda :

“Sabar adalah cahaya (kemenangan yang gilang gemilang)”

(Hadis Riwayat Muslim)

 

 

Pembahagian Sabar.

 

1) Sabar dalam Menunaikan Ibadah. Dalam menunaikan ibadah, syaitan selalu menggoda manusia agar perintah ibadah ditinggalkan atau dilalaikan. Tetapi orang yang sabar dapat menangkis dan mengatasinya, dengan tetap ikhlas mengerjakan perintah Allah Swt.

 

2) Sabar Dalam Meninggalkan (Menjauhi) Maksiat. Menahan diri untuk tidak menuruti hawa nafsu dan segala perbuatan yang dapat menjerumuskan diri ke dalam jurang kehinaan adalah bentuk lain dari kesabaran. Kesabaran inilah yang pahalanya paling tinggi di sisi Allah Swt.

 

3) Sabar Dalam Menghadapi Musibah. Kesabaran dalam menghadapi musibah biasanya diikuti oleh kalimat istirja’. Seorang muslim perlu mengatur sikap hatinya ketika mendapatkan musibah yang merupakan ketentuan Allah Swt. sikap yang sabar dan ikhlas akan membuat Allah Swt senang dan menggantinya dengan kebaikan. Sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw dengan do’anya “Allahumma’jurni fi musibati wakhlufni khoiran minha” (Ya Allah berikanlah pahala atasku dalam musibah ini dan gantilah dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya)

Berhusnuddzon saja bila memang yang terjadi hari ini tidak sesuai dengan apa yang kau harapkan

 

Berhusnuddzon saja apapun yang terjadi hari ini, bila memang yang Allah tuliskan kepadamu adalah kisah yang tak sesuai dengan apa yang sama sekali bukan harapanmu, maka bisa jadi itulah sebenarnya yang kau butuhkan dan terbaik untuk hidupmu. Hidup ini penuh dengan liku-liku, ada senang dan ada pula sedih, tetapi kita harus sedari bahawa semua itu dipersembahkan oleh Allah hanya sedikit ujian kepada kehidupan yang kita miliki supaya lebih bermakna. Terlebih lagi bila hal yang kita rasa saat ini adalah sebuah kesedihan, tetaplah  dengan tenang dan percayalah bahawa Allah tak pernah jauh dari kita sedikitpun, maka usahlah mengeluh, karana mengeluh adalah jalan terkikisnya kebahagiaan dihati.

 

Fadhilat Bersangka Baik

Bersangka baik juga mempunyai banyak kebaikan dan kelebihannya. Antaranya adalah:

  1. Mengelakkan manusia dan ummah daripada berpecah-belah antara satu sama lain yang akan merugikan masyarakat dan Negara bak kata pepatah ‘Mencegah Lebih Baik Dari Mengubati’.
  1. Dapat membersihkan hati dari titik-titik hitam dan mencegah perkara-perkara mungkar dari terus bersarang di hati kita,
  1. Selalu merasa bahagia atas kejayaan yang dicapai orang lain walaupun diri sendiri belum berjaya.
  1. Mewujudkan sikap ingin bersaing antara satu sama lain. Kerana umat Islam yang mempunyai sikap ingin bersaing dengan orang yang telah berjaya akan mendatangkan keuntungan kepada semua umat Islam termasuk dirinya sendiri.
  1. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik. Apabila hati bebas dari bersangka buruk terhadap, maka yang ada dalam hatinya adalah sangkaan yang baik-baik sahaja. Sudah pasti hatinya bertambah cinta pada saudaranya itu dan dapat mengeratkan lagi hubungan silaturahim sesama manusia.
  1. Mengelakkan daripada penyesalan dalam hubungan manusia sesama manusia kerana menuduh manusia lain tanpa bukti yang kukuh. Firman Allah swt :

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍۢ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍۢ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

“Wahai orang-orang Yang beriman! jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum Dengan perkara yang tidak diingini Dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) – sehingga menjadikan kamu menyesali apa Yang kamu telah lakukan.”

(Surah Al-Hujurat, 49; Ayat 6)

Dengan mengeluh ertinya kau telah memberitahu kepada dunia bahawa dririmu adalah manusia yang lemah dan tak bertanggungjawab

 

Mengapa dikatakan mengeluh adalah jalan terkikisnya kebahagiaan dihati? Kerana dengan mengeluh ertinya kau telah memberi tahu kepada dunia bahawa dirimu adalah manusia yang lemah dan tak tanggungjawab. Padahal Allah sudah jelas-jelas tak pernah meninggalkan kita, tapi keegoan diri yang menyebabkan penutupan mata hati, sehingga pertolongan-Nya seakan-akan jauh.

Setiap orang di atas muka bumi ini tidak terlepas daripada amanah dan tanggungjawab. Baik yang tua mahupun yang masih muda. Tanggungjawab terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan yang paling penting sekali, tanggungjawab terhadap agama. Segala tanggungjawab ini, daripada sekecil-kecilnya hingga sebesar-besarnya akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Di samping itu, kita haruslah mengerti dan menyedari posisi kita sebagai manusia untuk sentiasa bertanggungjawab dengan penuh dedikasi, kerana hal-hal seperti itulah yang akan mempengaruhi kita sendiri pada akhirnya. Hal-hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan orang lain dan juga menentukan jalan hidup kita pada masa depan kita sendiri dan juga keluarga. Kita juga haruslah, sentiasa bersyukur dan juga sentiasa sabar dan bertolak ansur.

Itulah sedikit sebanyak yang dapat dikongsikan kepada anda mengenai keluhan yang sering kita lakukan. Segala informasi yang dikongsi dapat kita amalkan dengan baik dan tertib mengikut sunnah baginda s.a.w serta sebelum berakhir anda membaca artikel ini, kami memohon maaf serta khilaf yang kami paparkan kurang mendapat keyakinan dari pihak pembaca. Setiap orang lain pendapatnya, dan kepada anda yang ingin berkongsi atau ingin memberi komen, boleh komen dibawah dan artikel yang terbaik adalah ilmu dari Allah dan yang kurang baik adalah kekurangan dari pihak kami sendiri. In Shaa Allah pembaca-pembaca boleh komen dibawah, Assalamualaikum w.b.t