PERISTIWA KEBENARAN UHUD

PERISTIWA KEBENARAN UHUD

06/22/2018 0 By admins

Assalamualaikum kepada anda semua yang sudi membaca, hari yang mulia ini pertama dan selama-lamanya syukur kita kepada Allah S.w.t diatas dua nikmat yang dikagumi oleh para anbia dan para ulama iaitu nikmat iman dan islam. Hari ini adalah hari yang menjadi penghulu segala hari iaitu hari Jumaat yang penuh barakah. Hari ini blog kami memaparkan satu kisah peperangan yang tidak asing lagi. Kali ini sirah mengenai “Peristiwa Uhud”, jom sama-sama memahami dan menghayati apa yang diperkatakan dalam sirah anbia dan mengambil iktibar serta tauladan dari kisah ini.

Perang Uhud merupakan perang kedua setelah Perang Badr, dimana Perang Uhud ini merupakan upaya balas dendam yang dilakukan oleh kaum Qurasy, kerana kaum tersebut kalah pada saat Perang Badr. Perang ini seperti Perang Badr yaitu menyerang kaum Muslim yang ada di Madinah. Dan tujuan utama dari perang ini yaitu kaum Quraisy ingin membunuh Nabi Muhammad SAW.

Kaum Quraisy memiliki balas dendam karena banyak kaumnya yang terbunuh pada saat Perang Badr. Dalam Perang Uhud ini Kaum Qurasy sudah menyiapkan strategi untuk menyerang Madinah sedangkan kaum Muslim di Madinah tidak tahu bahwa kaum Quraisy ini akan menyerang mereka. Akhirnya pihak Muslim mengalami kekalahan.

Di dalam makalah ini akan di bahas mengenai awal mulanya terjadi Perang Uhud, Proses terjadinya Perang Uhud yang mencakup jalannya Perang, strategi Nabi Muhammad dalam Perang Uhud, serta sebab yang menjadikan Kaum Muslim mengalami kekalahan dan dampak apa saja yang terjadi setelah adanya Perang Uhud.

WAKTU DAN TEMPAT PERISTIWA

Perang Uhud terjadi pada tahun ke 3 Hijriah, pertempuran terjadi di Gunung Uhud yang terletak dengan berbatasan dengan :

Timur            : Laut Madinah

Selatan         : Masjid Nabawi/Madinah 5 KiloMeter

Utara            : Gua Tsur

KEKUATAN PASUKAN

Perang Uhud adalah pertempuran antara kaum Muslimin dengan kaum Musyrikin Mekkah dengan komposisi pasukan yang tak seimbang dimana pasukan musyrikin jauh lebih besar dan lengkap.

Pasukan Muslimin

Pasukan Musyrikin

Pasukan yang bertempur : 700 orang Jumlah Pasukan : 3.000

Tambahan pasukan wanita sebagai motivator ( Hindun binti ‘Utbah istri Abu Sufyan)

Pasukan yang berkhianat : 300 orang Pimpinan Abdullah bin Ubay Unta  : 3.000 ekor

Kuda : 200 ekor

Tameng : 700 tameng

Tentera Gugur : 70 orang ( 41 dari suku Khazraj, 24 suku Aus, 4 orang Muhajirin dan 1 orang Yahudi) Tentera gugur : 22 atau 37 orang

PERISTIWA – PERISTIWA PENTING

  • Setelah Rasulullah mendengar bahwa pasukan Musyrikin akan menyerang kaum muslimin di Madinah beliau melakukan musyawarah (bermesyuarat) dan Rasulullah menyampaikan akan bertahan di dalam kota. Pasukan akan di tempatkan di atap dan lorong rumah. Pendapat ini di dukung oleh Abdullah bin Ubay yang pada dasarnya enggan untuk ikut berperang. Disisi lain sebagian kaum muda Islam baik Muhajirin maupun Ansar terutama yang tidak ikut perang Badar  dan belum merasakan kedahsyatannya terlalu bersemangat untuk keluar dan bertempur. Rasulullah ikut pendapat yang kedua.

 

  • Pasukan Islam dibagi menjadi 3 Kelompok/Batalion :

–       Batalion Muhajirin dengan panji pasukan dibawa oleh Mus’ab bin Umair

–       Batalion Aus dengan panji pasukan dibawa oleh Usaid bin Hudhair

–       Batalion Khazraj dengan panji pasukan dibawa oleh Hubbab bin Al-Mundzir

 

  • Ketika pasukan Rasulullah sampai di daerah Syaikhan Rasulullah menyusun pasukan dan memulangkan anak-anak kecuali Rafi’ bin Khudaij dengan alasan berkemahiran dari segi memanah. Namun Samurah bin Jundub meminta izin agar diikut sertakan juga dalam pasukan karena ia sanggup bersaing mengalahkan Rafi’ bin Khudaij. Akhirnya kedua remaja belia ini iku serta dalam perang Uhud.

 

  • Ditengah perjalanan ditempat di wilayah Syauth terjadi tindakan Pengkhianatan Abdullah bin Ubay yang membuat provokasi dan mundur dari perjalanan perang, ia kembali bersama 300 pasukannya ke Madinah

 

  • Sesampainya di Uhud Rasulullah mengambil posisi membelakangi gunung Uhud menghadap kearah kaun musyrikin. Rasulullah mengangkat 50 pasukan memanah yang ditempatkan diatas bukit di pimpin oleh Abdullah bin Jubair Al-Anshari untuk melindungi pasukan belakang kaum Muslimin dari kepungan kaum Musyrikin. Nabi berpesan agar menghujani pasukan musyrikin dengan panah karana pasukan berkuda tidak akan boleh melepasi pasukan memanah dan  mereka tidak turun dari pos masing-masing sebelum ada perintah.

 

  • Pasukan Musyrikin lari mundur karana tidak mampu menahan pasukan muslimin dan meninggalkan harta dan barang rampasan. Pasukan pemanah tergoda oleh harta rampasan perang turun dari bukit yang menjadi posnya kecuali Abdullah bin Jubair dan sepuluh tentera memanah enggan meninggalkan posisi mereka dan mengingatkan pasukan lain yang meninggalkan posisi yang telah diperintahkan oleh Nabi.

 

  • Khalid bin Walid yang melihat barisan belakang kaum muslimin yang luput dari perlindungan, dengan pasukannya yang tersisa memutar dan menyerang pasukan muslimin dari belakang hingga kocar-kacir.

 

  • Terdengar kabar bahwa Rasulullah telah meninggal sebagian kaum muslimin menyelamatkan diri kembali ke Madinah. Pasukan musyrikin berhasil mengejar Rasulullah, Wajah beliau terluka, kedua lututnya koyak, bibir bagian bawahnya berdarah, topi baja yang dikenakan pecah dua serpihannya menancap dipipi beliau.

 

  • Rasulullah dikepung oleh kaum musyrikin  hanya dilindungi 2 orang sahabat yaitu Thalhah bin Abdullah dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Kemudian datang Abubakar Ash-Shiddiq, Abu Ubaidah bin Jarrah, Abu Dujanah, Mushab bin Umair, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib dan lain-lain. Mush’ab bin Umair  gugur ditangan Abdullah bin Qum’ah.

 

  • Diantara yang gugur sebagai syuhada adalah Hamzah bapa saudara Rasulullah. Jasad beliau dilapah oleh Hindun bin Utbah dan hati dan jantung diambil olehnya.

 

 

HIKMAH / IBRAH

 

  • Rasulullah melakukan syura bersama para sahabat dalam segala urusan yang memerlukan syura dan pembahasan. Keputusan awal Rasul akan berperang didalam kota Madinah namun karena Usulan sahabat maka perang dilakukan di bukit Uhud.

 

  • Dalam peperangan kaum Munafiqin menunjukkan sifat sebenarnya, sehingga dapat dilakukan penyapubersihan pasukan sebelum pertempuran ( belajar mengenai kes Abdullah bin Ubay yang mundur dan pulang kembali ke madinah dengan 300 pasukannya).

 

  • Dalam peperangan ini Rasullah tidak mahu meminta bantuan kepada orang-orang non-muslim mengendalikan jumlah kaum muslimin sangat sedikit.

 

  • Persiapan membela Islam harus di tanamkan sejak pemerintahan islam ( mengendalikan kes 2 orang anak berusia lima belas tahun Rafi’ bin Khudaij dan Samurah bin Jundab yang meminta izin kepada Rasulullah agar  ikut berperang)

 

  • Strategi peperangan Rasulullah dengan menempatkan pasukan memanah mengandung 2 hal : Pertama, Beliau adalah guru besar dalam taktik dan strategi militer, kedua, Pesan Rasulullah pada para pasukan memanah mengandung pesan bahawa hawa nafsu dengan segala ketamakannya kepada harta dan dunia sentiasa akan menggoda perjuangan.

 

  • Ketika kaum muslimin mengikuti perintah Allah SWT dan Rasul-Nya maka kemenangan akan tercepat tercapai namun sebaliknya jika perintah Allah SWT dan Rasul-Nya tidak dilakukan ditambah dengan tergoda oleh dunia maka kemenangan akan menjauh.

 

  • Isu kematian Rasulullah dalam perang uhud menjadi pengalaman dan pelajaran militer yang sangat penting agar kaum muslimin menyedari agar suatu saat mereka tidak kembali murtad apabila Rasulullah SAW harus meninggalkan mereka. Selain pada peristiwa pengepungan Rasulullah ia dilihat begitu cintanya para sahabat pada rasulnya.

 

  • Kemenangan itu hanya dapat diraih dengan kesabaran, ketaatan kepada perintah pemimpin-pemimpin yang baik dan tujuan yg murni semata-mata demi agama.

 

REFERENSI

  1. Atlas Dakwah Nabi Muhammad SAW
  2. Ahmad Hatta, 2011, The Great Story Of Muhammad , Maghfirah Pusaka
  3. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy, 2003, Sirah Nabawiyah, Robbani Press

 

Sebagai umat islam kita wajib menjaga perdamaian didunia ini, kita juga diwajibkan menjaga kemurnian agama islam yang sudah di perjuangkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai penulis, kita sadar banyak kekurangan dalam penulisan , maka dari itu kita mengharapkan saranan dan kritikan yang membangun dari pembaca. Semoga pembaca dapat mendapat intipati yang cukup-cukup bernas serta dapat menambah ilmu yang bermanfaat, jom sama-sama kita berkongsi sirah dan pengajaran ini kepada ahli keluarga tercinta serta sahabat-sahabat muslim bagi membantu menambahkan ilmu serta beramal dan bertindak kearah positif dengan sirah ini. Semoga berjumpa lagi dengan sirah-sirah yang lain. Jazakkallahu khairan kathiran, Assalamualaikum w.b.t